Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat

Penerapan Teknologi Tepat Guna Kompor Roket Biomassa Sebagai Solusi untuk Penghematan Penggunaan Kayu Bakar Adi Setiawan; Ahmad Nayan; Mulkia Farhan; Yogi Arieandi
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): Vol.8, No.1(2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v8i1.14182

Abstract

Kompor merupakan salah satu peralatan yang menghasilkan panas yang tinggi yang dihasilkan dari proses pembakaran untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak dan memanaskan bahan makanan. Di daerah terpencil dan sering mengalami kelangkaan bahan bakar gas, diperlukan suatu teknologi tepat guna kompor roket biomassa sebagai alternatif alat memasak yang murah dan aman dalam pengoperasian. Desa Pantan Sinaku, Kabupaten Bener Meriah, Aceh merupakan salah satu daerah terpencil yang membutuhkan teknologi ini. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, persoalan ini coba diatasi melalui beberapa tahapan kegiatan mulai dari (i) menyusun desain dan kebutuhan material untuk kompor roket, (ii) menguji-coba kompor dengan metode water boiling test (WBT) dan (iii) memperkenalkan teknologi kompor roket ke masyarakat. Pada pengujian awal kompor roket biomassa, diambil nilai hasil uji pembakaran tempurung kelapa dengan metode hot start, cold start dan simmer. Selanjutnya saat di lokasi, diuji penggunaan bahan bakar berupa kayu mangga dan kayu ranting kering. Dari hasil uji kompor roket diperoleh bahan bakar kayu mangga memiliki nilai efisiensi thermal paling tinggi yaitu 36% saat cold start, 42% hot start dan 41% simmer. Sedangkan nilai efisiensi termal terendah didapat saat memasak air menggunakan bahan bakar tempurung kelapa dengan nilai efisiensi 22% cold start, 18% hot start dan 25% simmer. Memasak dengan kayu ranting memiliki nilai efisiensi termal mencapai 31% cold start, 25% hot start dan 50% simmer. Teknologi yang diperkenalkan ini mendapat minat dan respon yang positif dari warga Desa Pantan Sinaku.